 |
| Raul Gonzales |
Raul juga menempati urutan ke 12 untuk pencetak gol terbanyak di sejarah sepak bola Spanyol dengan 185 gol dari 418 pertandingan. Semua gol tersebut adalah untuk Real Madrid, dan itu membuat ia menempati urutan ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di Real Madrid sepanjang waktu. Hal ini masih dapat berkembang karena Raul masih bermain untuk Real Madrid.
Saat ia bermain, ia menggunakan kaus bernomor 7 untuk Spanyol dan Real Madrid.
Gaya Bermain
Raul adalah seorang penyerang yang bisa menggabungkan menyerang dan bertahan dengan baik. Ia berlari tanpa henti dan mendukung timnya sebagai kapten sejati. Ia adalah jantung dari tim.
Dengan tinggi 180
cm dan massa 69
kg, ia sangat gesit dan ringan pada kakinya. Ia juga suka berganti posisi dan bermain melebar ke samping. Ia bisa membuat teman setimnya berada di posisi yang baik dan membuat kesempatan untuk mencetak gol baik untuk dirinya sendiri maupun teman setimnya. Bahkan ia dapat melakukan itu semua saat bermain menghadapi pemain bertahan yang sangat baik.
Banyak pelatih Real Madrid dan Spanyol yang kesulitan mencari posisi paling pas untuk Raul. Walaupun ia merupakan penyerang asli, tetapi masanya yang paling subur mencetak gol adalah pada akhir tahun 1900an. Ia menjadi rekan
Fernando Morientes, yang lebih tinggi dan lebih menjadi target alami. Sejak kedatangan Morientes pada musim panas 2003, Raul telah berpindah-pindah posisi sebagai penyerang kedua di belakang
Ronaldoatau
Ruud van Nistelrooy maupun sebagai sayap kiri. Untuk timnas Spanyol di
Piala Dunia 2006, ia mendorong
Luis Garcia ke samping agar bisa bermain sebagai
penyerang kedua di belakang
Fernando Torres dan
David Villa. Dengan hal tersebut, dua pemain sayap
Jose Antonio Reyes dan
Joaqin Sanchez tersimpan sebagai pemain cadangan.
Biografi
Raul lahir di Madrid, pinggiran kota dari
San Cristobal de Los Ángeles. Setelah menjadi anggota tim amatir San Cristobal de Los Ángeles, ayahnya mendaftarkan dia ke tim muda
Atletico Madrid pada umur 13 tahun. Raul menjadi sangat berbakat. Memenangi gelar nasional dengan tim muda U-15 dan takdirnya terlihat untuk bergabung dengan tim profesional saat presiden
Atletico Jesus Gil menghilangkan tim muda Atletico dengan tujuan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan.
Dihilangkan dari tim yang dibelanya, Raul pergi ke rival sekota Atletico yaitu Real Madrid dimana sukses dengan cepat akan datang kepadanya. Ia memulai musim 1994-1995 di tim
Real Madrid C dan mencetak 13 gol di 7 pertandingan pertama. Pada
Oktober 1994, pelatih
Jorge Valdano memilih Raul untuk bermain di tim utama. Saat ia hanya berumur 17 tahun 4 bulan, Raul menjadi pamain termuda sepanjang sejarah yang memakai kaus Real Madrid. Dengan itu, ia mendorong keluar
Emilio Butrageuno pemenang
Piala Pichichi, dan langsung menjadi sensasi baru Spanyol. Ia mencetak 9 gol dalam 28 penampilan di musim pertamanya, termasuk saat melawan Atletico. Ia juga memenangi kejuaraan
Liga Spanyol. Raul membuat debut tim utama timnas Spanyol pada
Oktober1996 melawan
Ceko.
Raul merupakan pemain kunci di 6 gelar besar Real Madrid dari tahun 1998 sampai 2003. Dengan Real, ia memenangi 3 kejuaraan antar Eropa (Liga Champions UEFA) pada tahun 1998, 2000, dan 2002. Ia juga mencetak gol penentu di partai final Liga Champions 2000. Di domestik, ia memenangi 3
piala La Liga Spanyol di tahun 1997, 2001, dan 2003. Setelah
Fernando Hierro pensiun dari timnas spanyol tahun
2002, Raul menjadi kapten untuk Real Madrid dan Spanyol.
Sejak tahun 2003, ia telah menjadi sasaran empuk bagi
media massa dan suporter dalam hal kritik karena penampilan buruknya sejak 4 tahun belakangan, dimana
Real Madridmengalami kesulitan memenangi gelar di Spanyol dan di Eropa dengan tidak sukses dikeduanya. Kesulitan-kesulitan yang telah membayangi Raul mengakibatkan ia disisihkan dan diletakkan di tim cadangan oleh Real Madrid dan Spanyol, meninggalkan pertanyaan “Berapa lama lagi ia akan bertahan di Real dan Spanyol ?”. Banyak gosip yang mengatakan bahwa ia bermain pada pertandingan Madrid dikarenakan ia telah menjadi pengaruh besar di Madrid.
Kehidupan Pribadi
Raul tumbuh di lingkungan sederhana Madrid, di pinggiran kota San Cristobal de Los Ángeles. Ayahnya, don Pedro adalah penggemar
Atletico Madrid yang merupakan klub dimana Raul bermain setelah bermain dalam jangka waktu yang pendek di klub
San Cristobal. Para pelatih Atletico Madrid sebelumnya tidak melihat ada sesuatu yang spesial pada Raul karena ia sangat kurus dan lemas. Tetapi kemudian ia menjadi bagian dari tim
Real Madrid C dan langsung masuk ke tim utama pada musim 1994-1995.
Setiap mencetak gol, Raul merayakannya dengan cara yang berbeda dari teman-temannya. Ia selalu mencium
cincin pernikahannya untuk menghormati istrinya,
Mamen Sanz. Mereka memiliki 4 anak laki-laki. Anaknya yang pertama bernama Jorge lahir
25 Februari 2000. Namanya diambil dari
Jorge Valdanao yang dahulu adalah pemain sepak bola dari
Argentina. Anaknya yang ke-dua Hugo, lahir
20 November 2002. Namanya diambil dari pahlawan masa kecil Raul yaitu
Hugo Sanchez. Anaknya yang ke-3 dan ke-4 adalah si kembar Hector dan Mateo yang lahir
17 November 2005. Ia suka membaca, terutama buku karangan
Arturo Perez Reverte dan ia suka mendengarkan berbagai jenis lagu Spanyol. Ia juga menikmati berburu dan menonton perkelahian
banteng.
Fernando Morientes adalah teman yang sangat dekat dengan Raul. Keduanya digelari pasangan penyerang paling mematikan di
Real Madrid dan di
timnas Spanyol antara tahun
1998 dan
2002, hingga Morientes digantikan Ronaldo di tim utama Real Madrid. Morientes dan Raul masih berteman baik hingga sekarang, dan Raul juga sering terlihat di
Anfield pada musim 2005-2006
Liga Inggris pada waktu ia cedera, ia menonton Morientes bermain untuk
Liverpool. Morientes dan Raul juga pernah pergi berlibur bersama dengan keluarganya masing-masing.
Prestasi
Klub
Pribadi
- Piala Pichichi : 1999 dan 2001
- Pemain Terbaik Spanyol : musim 1996-1997
- Penyerang Terbaik UEFA : 2000, 2001, dan 2003
- Pemain Terbaik Piala Interkontinental 1998
- Pemain terbaik versi Federasi Sejarah Sepak Bola Internasional (IFFSH) 1999
- Olahragawan Terkemuka Spanyol 2000
- Pencetak gol terbanyak 2 kali pada Liga Champions UEFA : musim 1999 dan 2000
- Medali emas Royal’s Order untuk Olahragawan 2006
- Sepatu Perunggu Eropa 1999 dan 2001
- Medali perunggu Pemain Terbaik Dunia FIFA 2001
- Medali perak Pemain Terbaik Eropa 2002
Lainnya
Kutipan kata-kata
- Fabio Capello (manager Real Madrid): “Ia adalah pemenang. Ia adalah warisan dari Real Madrid “ (15/11/99)
- Javier Clemente (manager Serbia): “Raul adalah penyerang terbaik di dunia sekarang ini” (01/04/00)
- Franz Beckenbauer (legenda Jerman): “Raul adalah salah satu yang terbaik di Eropa. Ia adalah jiwa Real Madrid. Dia seperti Matthaus bagi kita” (09/05/00)
- Thierry Henry (penyerang Arsenal): “Saat ia bermain, di pikirannya hanyalah ada gol. Itu adalah inti dari sepak bola. Setiap saat ia melakukan sesuatu, orang-orang akan berdiri dari kursi” (25/06/00)
- Sir Alex Ferguson (manager Man Utd): “Real membeli banyak pemain besar seperti Figo, Zidane, dan Ronaldo. Tapi menurut saya pemain terbaik di dunia adalah Raul” (08/04/03)
- David Trezeguet (penyerang Juventus): “Kita semua tahu apa yang dipersembahkan oleh Raul. Tidak hanya untuk timnya, tapi juga untuk sepak bola” (08/05/03)
- Ottmar Hitzfeld (manager Bayern): “Saya akan membeli Raul pada menit ini jika itu memungkinkan. Dia adalah seseorang yang dapat mengubah jalannya pertandingan dan saya suka semua tentang dia. Ia memiliki karier yang hebat di belakangnya. Menurut saya, sekarang adalah waktu terbaik untuk membeli dia. Ia memiliki kedewasaan yang sama banyak dengan pengalamannya” (15/02/07)
“Gracias Il Capitan“
Kepergian Raul Gonzalez menyisakan banyak kenangan bagi publik Real Madrid. Segala puja-puji tidak segan dialamatkan para punggawa Los Blancos kepada sang kapten.
Raul dipastikan hijrah ke Schalke 04 setelah lebih hampir 15 tahun mengabdi di Santiago Bernabeu. Enam gelar la Liga dan tiga trofi Liga Champions telah disumbangkan oleh striker 33 tahun.
Keputusannya hengkang disebabkan kesempatan turun ke lapangan yang sudah semakin tipis karena banyaknya darah muda di skuad Los Merengues. Terlebih, saat ini Madrid ditukangi pelatih yang terkenal cukup keras dan tak kenal kompromi, Jose Mourinho.
Lepas dari itu, Raul tetap layak disebut legenda Madrid. Bahkan, para punggawa yang tersisa macam Iker Casillas, Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, dll, tidak segan menyapaikan sanjungan buat pemain berjuluk El Angel de Madrid, seperti dikutip Goal, Selasa (27/7/2010).
Casillas: “Raul adalah simbol Madrid. Seorang kapten yang hebat pasti merasakan proses naik turun dan selalu melakukan yang terbaik di segala situasi. Raul adalah contoh profesional dan membantu saya tumbuh sebagai pemain. Sejarah sebuah klub ditulis oleh pemain hebat dan Raul salah satunya.”
Ronaldo: “Bisa bermain bersama Raul adalah sebuah kebanggaan. Saya selalu membayangkan hal itu semasa kecil. Lagi-lagi sebuah kehormatan bisa berada di ruang ganti yang sama dengannya dan saya selalu mendoakan yang terbaik.”
Xabi Alonso: “Raul telah mewakili Madrid. Dia adalah simbol dan bagian dari sejarah. Tidak mudah berada di sebuah klub selama 15 tahun, tapi dia melakukanaya sebagai pemain yang luar biasa.”
Kaka: “Raul adalah pemain yang luar biasa dan sangat penting bagi tim ini. Raul selamanya menjadi bagian Madridismo dan kepergiannya merupakan hari menyedihkan bagi fans serta rekan-rekan.”
Pepe: “16 tahun dia berada di sini dan membuktikan talenta. Dia memilik tempat spesial di hati saya karena terus mengikuti perkembangan saat saya cedera. Dia bangkit dari bench dan menemani di ruang ganti. Itu tidak akan pernah bisa saya lupakan.”
Lassana Diarra: “Saya senang bisa bermain bersamanya. Saya masih ingat ketika kanak-kanak saya terus menyaksikan dia bermain. Raul banyak mambantu saya di Madrid.”
Fernando Gago: “Emblem Madrid sudah pergi. Salah satu pemain yang selalu diindentifikasi oleh fans. Sebuah kehormatan bisa berada satu ruang ganti dengan Raul. Saya juga selalu mendoakan yang terbaik buatnya.”
“Raul, Selamanya Madrid”
Raul Gonzalez telah meninggalkan Santiago Bernabeu. Namun, identitas pemain Real Madrid akan selalu melekat pada dirinya.
Itulah kayakinan Florentino Perez. Sang presiden juga merasa Raul tidak mengucapkan kata perpisahan kepada Madridista.
“Raul akan selalu membawa nama Madrid ke seluruh penjuru dunia. Ini bukan ucapan selamat tinggal, melainkan sampai jumpa lagi,” seru Perez.
“Dia sama seperti Alfredo Di Stefano. Semua pencapaian Madrid adalah pencapaiannya dan seluruh fans Madrid merupakan fans Raul,” pungkasnya lagi.
Perez juga memuji perjuangan serta kerja keras Raul selama mengenakan seragam Los Blancos.
“Raul telah memenangkan semuanya dengan kerja yang tidak kenal lelah. Dia adalah milik kami selamanya,”
Perpisahan Emosional Raul
Selesai sudah pengabdian Raul Gonzalez di Santiago Bernabeu. 15 tahun berlalu semenjak dia pertama kali mengenakan seragam Real Madrid, penyerang berjuluk ‘Malaikat Madrid’ memutuskan hijrah ke Schalke 04.
Raul menyampaikan salam perpisahan kepada fans lewat sebuah konfrensi pers. Dalam acara yang berlangsung emosional tersebut, striker 33 tahun tak kuasa meneteskan air mata.
“Hari ini sangat berat buat saya. Saya mencintai segalanya tentang sepakbola dan saya ingin terus menjadi pemain. Saya telah melakukan semua di lapangan. Kata menyerah tidak pernah ada buat saya dan Madrid,” ujar Raul.
“Nasib saya akan ditentukan petang ini atau besok. Saya tahu perhatian saat ini akan tercurah pada masa-masa bersama Madrid, namun di lain waktu akan ada perbincangan tentang masa depan,” tandasnya.
Raul kemudian menjelaskan bahwa Schalke adalah klub yang dirasanya paling tepat untuk melanjutkan karir.
“Schalke paling manarik buat saya. Sejak awal saya memang hanya berpikir tentang Bundesliga dan Premier League,”
Raul Gonzalez akan meninggalkan Real Madrid dalam waktu dekat. Hal ini tak terlepas dari keputusan pelatih Jose Mourinho untuk tidak menyertakannya dalam rencana tim selama berada di Santiago Bernebeu.
Meski akan dilepas, Raul diklaim akan meninggalkan Real Madrid dengan kepala tegak. Pasalnya, banyak rekor dicatatnya selama membela Real Madrid. Data di bawah ini diambil dari Wikipedia.
Memulai debutnya di Real Madrid pada usia 17 tahun empat bulan, Raul menjadi pemain termuda dalam sejarah klub yang masuk tim senior. Rekor itu bertahan sampai saat ini.
Pada 28 September 2005, ia mengantar Real Madrid menang 2-1 atas Olympiakos di fase grup Liga Champions. Yang istimewa, Raul menjadi pemain pertama yang sukses mencetak lebih dari 50 gol di turnamen antarklub terbaik Eropa itu. Torehannya terus bertambah yang menjadikannya sebagai topskor sepanjang masa Liga Champions dengan 66 gol dari 128 penampilan.
Raul juga menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol di dua laga final Liga Champions, yaitu saat melawan Valencia di tahun 2000 dan menghadapi Bayer Leverkusen di tahun 2002. Samuel Eto’o kemudian menyamai torehannya itu di tahun 2006 dan 2009 saat mengantar Barcelona menjadi juara.
Raul juga layak disebut sebagai panutan di atas lapangan karena sepanjang 15 tahun karirnya di level profesional, belum sekali pun ia menerima kartu merah.
Dalam urusan mencetak gol, ia sudah mencetak 322 gol untuk Real Madrid sepanjang karirnya, yang membuatnya memuncaki catatan rekor klub sebagai topskor. Ia juga menjadi topskor La Liga Primera Spanyol yang masih aktif dengan 227 gol.
Seperti halnya Iker Casillas, Raul menandatangani kontrak seumur hidup dengan Real Madrid pada tahun 2008. Namun didalamnya ada klausul yang bersangkutan akan mendapat kontrak baru secara otomatisjika bermain sedikitnya 30 partai per musim
Rekor Raul bersama Raul Madrid:
| 16 | tahun — dan 15 musim penuh — bersama tim senior Real Madrid |
| 17 | tahun dan empat bulan. Pemain termuda yang pernah memulai debut untuk Madrid. |
| 228 | gol di liga. Rekor ketiga tertinggi sepanjang masa di La Liga |
| 323 | gol di ajang kompetitif. Topskor Madrid sepanjang masa |
| 66 | gol di Liga Champions. Topskor ajang ini sepanjang masa. Dia juga menjadi pemain pertama yang mampu menembus 50 gol |
| 68 | gol di seluruh kompetisi level UEFA, menjadi topskor bersama sepanjang masa |
| 550 | penampilan di La Liga. Rekor di Real Madrid dan kedua terbanyak sepanjang sejarah La Liga |
| 132 | penampilan di Liga Champions, tertinggi kedua sepanjang sejarah kompetisi |
0 Response to "Raul Gonzales Sang Pangeran Bernabeu"
Posting Komentar